Dollar AS Melemah Terkait Prospek Suku Bunga




Indeks dollar AS tertekan turun karena pernyataan yang dirilis dalam notulen atau minutes rapat moneter Bank Sentral AS yang dirilis dinihari tadi. Fokus dari minutes tersebut beralih ke resiko pelambatan ekonomi di luar AS dan penguatan dollar AS yang bisa memperlambat kenaikan inflasi. Tingkat Inflasi merupakan salah satu pencapaian penting Federal Reserve selain tenaga kerja.

Kekhawatiran Fed terhadap pelambatan inflasi ini mendorong pelemahan dollar AS pasca minutes. Indeks saham AS pun menguat karena ada kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga acuan akan terjadi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Dan penguatan indeks saham AS ini juga memberikan sentimen positif ke pasar saham Asia pagi ini.

Pagi ini telah dirilis data tenaga kerja Australia dimana data perubahan jumlah orang yang dipekerjakan mengalami penurunan di bulan September, di bawah perkiraan pasar. Hasil ini sempat mendorong pelemahan nilai tukar dollar Australia terhadap dollar AS. Tapi karena sentimen pelemahan dollar AS masih kuat, dollar Australia kembali menguat.

Sore ini, Bank Sentral Inggris (BoE) akan merilis hasil rapat moneter yang diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan baik tingkat suku bunga acuan maupun jumlah program pembelian aset sehingga mungkin hanya berpengaruh sedikit pada pergerakan nilai tukar poundsterling.

Malam ini, AS kembali akan merilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan yang diperkirakan terjadi 294 ribu klaim. Angka yang di bawah 300 ribu ini masih dipandang bagus oleh pelaku pasar. Namun demikian pasar masih harus mewaspadai sentimen pelemahan dollar AS karena FOMC minutes.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi, dijadwalkan akan berbicara di suatu event, malam ini, di Washington yang diprakarsai oleh Brookings Institute yang akan membahas soal ECB dan Zona Euro. Pernyataan Draghi akan menjadi perhatian pasar dan bila terkait dengan outlook ekonomi dan kebijakan moneter ke depan, mungkin bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar euro.

SUMBER: monexnews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aussie Waspada Menjelang Data Pekerjaan


 
Dollar Australia menguat untuk hari ke-3 beruntun terhadap Greenback di tengah kewaspadaan investor menjelang rilis data pekerjaan bulan September. Biro Statisitk Australia mengatakan jika data pekerjaan kemungkinan akan direvisi seperti halnya data bulan Juli, Agustus dan September.
Data pekerjaan Australia terus berada di bawah pengawasan pasca tingkat pengangguran melonjak dari 6,1% ke level tertinggi 12-tahun menjadi 6,4% pada bulan Juli, namun kembali turun ke 6,1% pada bulan Agustus seiring terciptanya rekor pertumbuhan 121.000 pekerjaan.
Revisi data akan membuat pergerakan di pasar keuangan menjadi lebih menarik, menurut Sean Callow, analis Westpac Banking Corp. di Sydney. "Terlepas dari masih banyaknya ketidakpastian seputar rilis tingkat pengangguran besok, laporan pekerjaan masih merupakan sumber yang paling dapat diandalkan untuk volatilitas Aussie," tambahnya

SUMBER: monexnews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS